Skip to main content

√ Penyakit Sipilis dan Gejalanya, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat

TipSehat.Net - Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri treponema pallidum yang menyebabkan komplikasi jangka Panjang jika tidak diobati dengan benar. Tanda dan gejala sipilis pada orang dewasa, baik itu laki-laki atau perempuan berbeda tergantung pada tahapannya.

Penyakit Sipilis dan Gejalanya
Penyakit Sipilis dan Gejalanya
Orang yang terkena sipilis biasanya orang yang melakukan kontak langsung dengan orang yang memiliki luka sipilis selama melakukan seks vaginal, anal, atau oral. Luka sipilis dapat ditemukan pada penis, vagina, anus, rectum, atau pada bibir dan mulut. Sipilis juga dapat menular meskipun dari ibu hamil kepada bayi yang belum lahir. Penyakit sipilis pada dasarnya bisa diobati saat terdeteksi lebih awal. Oleh sebab itu kita perlu mengetahui seperti apa gejala sipilis. Berikut adalah gejala penyakit sipilis berdasarkan tahapannnya:

1. Gejala sipilis tahap primer

Pada tahap awal, sipilis ditandai dengan pembentukan ulkus berwarna kemerahan yang tidak nyeri.  Bentuknnya sama seperti sariawan. Luka ini berkembang di area yang terinfeksi, misalnya di labia pada vagina atau di bukaan anus serta di dalam mulut. Sariawan atau ulkus disebut juga dengan chancre. Sariawan berkembang mulai dari 10 sampai 90 hari setelah infeksi awal. Melakukan kontak fisik dengan penderita sipilis akan mudah terserang infeksi sipilis juga. Bahkan jika chancre terdapat di dalam mulut, sayangnya, chancre sering luput untuk dirasakan dan terlihat oleh pengidapnya, terutama jika terletak di dalam leher rahim atau bukaan vagina. chancre berlangsung selama 3-6 minggu dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, akan ada bekas luka dari chancre. Ketika penderita sudah sembuh, kalian harus berhati-hati karena infeksi bakterinya masih ada dalam tubuh dan masih dapat menular.

2. Gejala sipilis tahap sekunder

Apabila gejala tahap primer tidak bisa ditangani maka akan ada gejala lanjutan dan itu masuk ke tahap sekunder. Di tahap ini terjadi selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Biasanya di tahap ini, gejala sipilis ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit. Ruam ini tidak gatal dan terdiri atas lesi kulit datar. Ruam ini bisa dihampiri di semua bagian tubuh. Selain ruam, luka kecil terbuka seperti kulit lembap berisi nanah juga bisa muncul di bagian vagina, dan ruam tersebut dapat menular. Pada tahap sekunder, infeksi berarti sudah menyebar luas ke seluruh tubuh, sehingga gejala lain pun akan muncul yang berkaitan dengan kelainan kulit. Seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, mudah Lelah, penurunan berat badan, rambut rontok, sakit kepala, dan nyeri otot juga bisa terjadi pada tahap ini.

3. Gejala sipilis tahap tersier

Setelah gejala pada tahap sekunder hilang namun tetap belum diobati, infeksi akan berlanjut pada tahap laten atau tahap tersembunyi. Tahap ini biasanya terjadi setahun setelah seseorang terinfeksi. Di tahap tersier, gejala yang muncul biasanya ditandai dengan kerusakan sejumlah sistem organ dan bisa berakibat fatal. Bisa terjadi kerusakan pada otak, saraf, mata, jantung, pembluh darah, hati, tulang, dan persendian.

Gejala yang bisa diakibatkan dari tahap akhir sipilis termasuk masalah dengan pergerakan, penglihatan, demensia, kelumpuhan, dan mati rasa. Selama tahap ini diagnose yang akurat hanya dapat dilakukan melalui tes darah, pengalaman seseorang, atau kelahiran anak dengan sipilis kongenital. Seseorang akan menularkan virus selama periode awal tahap laten dan mungkin akan menular selama tidak ada gejala yang hadir.

4. Gejala sipilis tahap akhir

Pada tahap akhir, tandanya sudah masuk pada tahap kambuhan. Usia bakteri yang menjadi penyebab sipilis dapat bertahan hidup dalam tubuh hingga bertahun-tahun, tanpa menimbulkan tanda infeksi. Masalah yang akan timbul pada tahap ini yaitu gangguan pembuluh darah dan jantung yang serius, gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, dan bahkan kematian. Tanda-tanda tahap akhir tergantung kepada komplikasi yang berkembang. Komplikasi ini meliputi:

• Gummata,ditandai dengan luka besar di dalam tubuh atau pada kulit.
• Sipilis kordiavaskular, yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah.
• Neurosipilis, yang mempengaruhi system saraf.

5. Gejala sipilis pada ibu hamil

Penyakit sipilis pada ibu hamil harus segera ditangani, karena bisa menyebabkan kematian pada janin. Selain itu janin bisa mengalami masalah kulit, darah, hati dan kelainan lainnya. Oleh karena itu, dianjurkan bagi ibu hamil melakukan tes sipilis pada pemeriksaan awal kehamilan. Tes skrining biasanya akan diulangi kembali pada trisemester ketiga. Jika bayi yang terinfeksi lahir dan selamat, mereka tetap beresiko mengalami masalah serius termasuk kejang dan keterlambatan perkembangan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar