Skip to main content

√ Tanda dan Gejala Rematik (Rheumatoid Arthritis)

Rematik atau sering disebut juga rheumatoid arthritis adalah kondisi ketika kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan sendi. Akibatnya sendi-sendi yang terserang akan mengalami peradangan serta menimbulkan gejala sendi menjadi bengkak, kaku, serta sakit akibat peradangan yang aktif.

Penyakit rheumatoid arthritis bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan fungsi sendi bisa hilang sepenuhnya.

Bagian tubuh yang paling sering mengalami peradangan adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Walaupun demikian, penyakit ini bisa saja menyerang area lain seperti paru-paru, pembuluh darah, dan kulit meskipun jarang orang yang mengalaminya.

Tanda dan Gejala Rematik
Tanda dan Gejala Rematik
Penyakit ini jangan disepelekan, karena dengan berjalannya waktu, rematik dapat menyebabkan terjadinya erosi tulang, serta menghancurkan jaringan persendian, dan menimbulkan karusakan otot pada sendi. Akhirnya, kondisi ini turut mengenai berbagai organ tubuh lainnya seperti otot, ligament, dan tendon.

Saat terkena rematik, akan membuat penderitanya kesulitan menggunakan tangan dan kaki. Akibatnya aktivitas anda seperti berjalan, menulis, atau hal-hal lainnya yang melibatkan tangan dan kaki menjadi terhambat. Pada akhirnya itu akan memicu terjadinya penurunan kualitas pada hidup penderita.

Penyakit rematik biasanya menyerang orang dewasa, usia yang biasa terserang penyakit ini antara 40-60 tahun. Selain itu untuk wanita memiliki resiko dua kali lipat menderita penyakit ini, dibanding dengan pria. Untuk mencegah terjadinya penyakit ini kita harus mengetahui terlebih dahulu gejala awal penyakit rematik, berikut adalah gejala awal penyakit rematik:

1. Pembengkakan
Pembengkakan adalah gejala yang umum dari penyakit rematik. Hal ini terjadi karena adanya retensi cairan sehingga membuat otot anda membengkak dan kulit anda akan terasa kencang.

2. Rasa sakit disendi
Rasa sakit yang terjadi adalah sakit berdenyut. Rasa sakit ini biasanya menyerang di pagi hari atau setelah anda duduk untuk waktu yang lama. Bahkan nyeri ini terjadi ketika anda sedang beristirahat dari pada melakukan beberapa aktivitas.

3. Kekakuan
Selain nyeri gejala umum dari rematik adalah kaku. Bahkan saking kakunya, dapat membuat anda kesulitan dalam melakukan aktivitas. Sendi yang paling terlibat adalah kedua pergelangan dan jari-jari tangan, pergelangan kaki, sandi bahu, dan lutut.

4. Nyeri otot
Rematik juga dapat menyebabkan otot di sekitar sendi menjadi tegang dan sakit. Ketika sendi penderita bengkak, maka akan terasa panas dan sensitif, sendi meradang dan juga bengkak.

5. Demam
Gejala ini memang tidak selalu ada kepada setiap penderita. Demam tinggi dengan suhu di atas 38% /100% dapat menjadi petunjuk sebagai peringatan adanya penyakit lain seperti infeksi sendi ataupun infeksi lainnya.

6. Kesemutan
Tendon yang meradang mengakibatkan pembengkak akibat terhimpitnya saraf sekitar yang dapat mengarah ke mati rasa, terbakar, atau kesemutan di tangan disebut juga dengan carpel tunnel syndrome.

7. Nyeri dada
Gejala ini terjadi ketika penderita memiliki penyakit serangan jantung, karena resiko gagal jantung dan serangan jantung akan meningkat pada orang dengan rheumatoid arthritis, karena rematik ini mempengaruhi otot-otot serta pembuluh darah jantung.

8. Gangguan lambung
Masalah gangguan lambung ini  berhubungan dengan penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau naproxen untuk pengobatan rematik yang menyebabkan efek samping pada lambung. Jika lambung bereaksi  maka akan ditandai dengan nyeri di perut, mual, atau muntah berdarah dan buang air besar berdarah.

9. Fraktur
Patah tulang pada penderita rematik diakibatkan karena osteoporosis, terutama pada wanita. Peradangan pada rheumatoid arthritis dapat menyebabkan keropos tulang.

Catatan untuk pembaca selama ini rematik diketahui hanya dapat menyerang orang yang berusia lanjut, tetapi mereka yang berusia muda pun dapat terkena penyakit ini. Untuk menghindari penyakit ini adalah dengan selalu mengonsumsi makanan sehat dan rutin melakukan aktifitas fisik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar