Skip to main content

√ Apa Saja Gejala Meningitis (radang selaput otak) ?

TipSehat.Net - Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan syaraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal hampir sama dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.

Penyakit meningitis dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Terkadang dalam kondisi tertentu, seperti melemahnya system imun tubuh juga dapat memicu munculnya meningitis.

Gejala Meningitis (radang selaput otak)
Gejala Meningitis (radang selaput otak)
Penyakit ini berpotensi menyerang terhadap semua golongan, termasuk bayi dan anak-anak. Penyakit meningitis harus cepat ditangani, karena jika tidak segera ditangani akan berdampak buruk dan memicu komplikasi serta kejang dan gagal ginjal, malah yang lebih parah lagi nyawa pasien tidak bisa tertolong. Guna untuk meminimalisir resiko yang lebih buruk kita perlu tahu gejala umum penyakit meningitis.

1. Demam
Gejala demam atau bahkan pneumonia ini membuat meningitis jarang terdeteksi secara dini. Kondisi ini biasanya muncul dikarenakan bakteri atau virus sedang menyerang cairan yang menyelubungi otak, sehingga menimbulkan demam pada penderita. Demam tinggi juga dapat muncul bila pengidapnya adalah bayi baru lahir yang berusia 3 bulan ke atas. Yang lebih memprihatinkan adalah meningitis bisa cepat menular ke banyak orang, meskipun berada dalam satu ruangan besar sekalipun.

2. Sakit kepala
Sakit kepala yang terus menerus juga merupakan gejala dari meningitis. Bukan sekedar pusing biasa, sakit nya benar-benar menyiksa seperti ketika seseorang terkena migren. Sakitnya akan datang secara tiba-tiba, bisa cepat, namun bisa juga dirasakan seminggu setelah terinfeksi, dan pada saat yang sama demam pun muncul.

3. Leher kaku
Sakit dibagian leher karena salah posisi tidur memang bisa dialami oleh siapapun, namun ternyata kondisi ini juga bisa menjadi salah satu pertanda seseorang mengidap penyakit meningitis. Lalu bagai mana cara membedakannya?

Beberapa pendapat bahwa leher kaku akibat meningitis dirasa sangat menyakitkan sehingga bisa menyiksa penderita terutama ketika duduk dan berbaring.

4. Bingung
Jika biasanya seseorang selalu tegas dalam mengambil keputusan atau sigap dalam bertindak, maka pengidap penyakit meningitis dapat mengalami hal sebaliknya. Sikap susah fokus dan galau ketika mengambil keputusan ini biasanya juga kerap muncul bersamaan dengan tiga gejala awal. Dan gejala ini  biasanya lebih parah lagi jika penderitanya adalah lansia karena membengkaknya otak membuat mereka tidak bisa membedakan antara realita dan mimpi. Yang terburuk adalah mereka bahkan bisa lupa dengan hal-hal penting dalam kehidupannya. Untungnya gejala ini bisa hilang ketika pasien menjalani penanganan yang tepat.

5. Mual dan muntah
Mual serta muntah yang diikuti dengan sakit kepala ekstrim hingga tidak sadarkan diri merupakan ciri-ciri meningitis yang perlu diperhatikan. Jika gejala ini terlalu kuat maka penderita biasanya kurang napsu makan sehingga berat badan akan merosot drastis. Hal ini tentu tidak boleh terus menerus terjadi karena mereka yang muntah-muntah harus tetap menghidrasi tubuhnya dengan banyak minum air dan makan.

6. Sensitif terhadap cahaya
Meningitis dapat membuat penderitanya jadi sensitif terhadap cahaya sehingga mereka bisa mengalami migren atau rasa tidak nyaman saat melihat sesuatu. Penyebabnya adalah peradangan dalam otak yang menekan syaraf penglihatan.
Selain membuat seseorang lebih sensitif terhadap cahaya, efek lain juga timbul seperti pandangan double atau kabur. Cedera pada mata yang lebih parah juga mungkin terjadi bila saraf penglihatan sampai mengalami kerusakan.

7. Pegal-pegal
Setelah mengalami gejala awal seperti muntah, mual, Lelah, hingga insomnia, maka tidak butuh waktu lama bagi tubuh untuk merasakan encok dan pegal-pegal. Penderita meningitis bahkan bisa mengalami kesusahan saat berjalan atau beraktivitas.

8. Ruam pada kulit
Ciri-ciri meningitis berikutnya adalam munculnya ruam pada beberapa bagian atau bahkan seluruh kulit. Hal ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan bakteri yang merusak pembuluh darah. Meski peluang munculnya ruam lebih besar pada anak-anak, namun pada orang dewasa juga bisa mengalaminya. Sebelum timbul ruam, biasanya kulit penderita meningitis akan tampak pucat. Tangan serta kakiknya juga terasa dingin ketika dipegang. Dan warna ruam yang semula hanya berupa bercak merah atau coklat biasa, pada akhirnyapun kian membesar dari waktu ke waktu.

9. Lelah
Lelah berlebihan yang terjadi pada penderita meningitis dapat menyebabkan penderitanya susah bangun atau tetap terjaga. Tidak hanya itu, berbagai penurunan dari segi kemampuan mengingat, bicara, mendengar, serta melihat.

Yang perlu diperhatikan bagi penderita penyakit meningitis dalam penanganannya membutuhkan waktu. Proses penyembuhannya semang cukup lama 1-2 minggu, bahkan berbulan- bulan.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar