Skip to main content

√ Gejala Cacar Air, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Tipsehat.net - Cacar air merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menular. Cacar air dalam medis sering disebut juga varisela. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster dan kebanyakan menyerang anak anak, walaupun tidak jarang orang dewasa dan wanita hamil pun bisa terinfeksi oleh penyakit tersebut. Karena itulah bayi yang berumur 1 tahun harus mendapatkan imunisasi cacar untuk mencegah terjadinya cacar air.

Gejala Cacar Air
Gejala Cacar Air
Cacar air bukan merupakan penyekit yang membahayakan, tetapi penyakit ini butuh perawatan intensif, penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya terutama ketika daya tahan tubuh meningkat. Meskipun penyakit ini mudah disembuhkan namun apabila gejala cacar air tidak segera ditangani dan diobati bisa berbahaya. Penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh,mengganggu penampilan, serta menular orang lain.

Cacar air tidak muncul secara tiba-tiba ada beberapa gejala cacar air yang akan terjadi terutama setelah terinfeksi virus varisella zoster. Penderita biasanya akan menyalami demam yang cukup tinggi, dan tenggorokan sakit.

Selain itu penderita akan mengalami sakit kepala, pilek serta nyeri pada persendian dan tulang. Selain itu tubuh penderita pun akan terasa lemah dan lesu serta tidak bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pada awalnya gejala cacar air ini muncul mungkin akan dianggap sebagai gejala penyakit flu atau demam biasa. Gejala awal penyakit ini memang mirip dengan gejala penyakit akibat infeksi.

Namun setelah beberapa hari akan muncul gejala lain seperti bintik-bintik ruam kemerahan di permukaan kulit pada bagian tubuh tertentu, tetapi terkadang ada juga yang muncul bintik kemerahan tersebut di bagian seluruh tubuh penderita.

Apabila muncul bintik-bintik merah harus segera ditangani, jika tidak segera ditangani bintik-bintik merah tersebut akan berubah menjadi lenting atau bulatan kecil berisi cairan. Lenting ini biasanya menyebar merata di berbagai permukaan kulit, khususnya dibagian dada, perut, serta punggung.

Setelah muncul bintik-bintik rasa gatal disertai nyeri akan muncul, penderita akan tergoda untuk menggaruknya. Akibat dari itu tanpa disadari lentingan berisi cairan cacar itu akan pecah. Inilah yang harus diwaspadai. Sebab, cairan dalam lentingan itu adalah bakteri yang dapat menyebar dan menular bila terkena kulit orang lain. Oleh karena itu orang yang terkena penyakit ini sering dikucilkan. Adapun faktor penyebab terjadinya cacar air ialah:

1. Belum pernah mendapatkan imunisasi cacar air,
2. Belum pernah menerima vaksin cacar air, tarutama untuk ibu hamil,
3. Kurang menjaga kebersihan
4. Melakukan kontak fisik dengan penderita cacar air,
5. Terkena percikan ludah penderita cacar air.

Adapun untuk penderita cacar air ada beberapa pengobatan untuk mengurangi keparahan gejala yang dialami tanpa bantuan obat. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus di perhatikan agar mengurangi keparahan penderita cacat air:

1. Perbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang lembut,
2. Tidak menggaruk ruam atau lentingan yang berisi cairan,
3. Menggunakan pakaian berhan lembut,
4. Jangan terlalu sering ruam merah terkena air.

Upaya pencegahan untuk orang yang tidak terkena cacar air yaitu dianjurkan untuk melakukan vaksinisasi cacar air.

Ada anggapan orang yang telah mengalami cacar air tidak akan terkena cacar air lagi dan akan kebal selamanya. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat virus varicella zoster yang menyebabkan penyakit cacar air masih ada dalam tubuh meski sudah sembuh total. Virus ini akan muncul lagi puluhan tahun kemudian dan menyerang lagi saat kondisi tubuh lemah dengan gejala yang sama, terurama ketika memasuki usia lanjut. Tetapi tidak setiap orang mengalami nya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar